Dimas | 31 December 2025
Ketika lintasan berubah dari aspal mulus ke permukaan tanah yang bergerigi, lo harus memperhatikan suspensi motor supermoto yang lo pakai. Pengaturan rebound dan compression yang sama antara trek aspal dan lintasan tanah bisa mengorbankan traksi, stabilitas, dan rasa percaya diri rider. Inilah mengapa pengaturan suspensi yang tepat antara tarmac to dirt menjadi krusial untuk performa dan keselamatan.
Mengapa Suspensi Supermoto Tidak Bisa Disamakan Untuk Aspal dan Tanah
Pada motor supermoto, karakteristik suspensi sangat berbeda dari motor enduro atau motocross. Menurut Motocross Action Mag, KTM 450 SMR, suspensinya diringkas dari versi motocross dengan pengaturan khusus agar cocok untuk aspal, yang artinya biasanya suspensi lebih rendah dan lebih kaku agar pengereman, menikung, dan transisi cepat bisa terjadi dengan stabil.
Dilansir Appolino, untuk lintasan tanah atau off-road, suspensi butuh penyesuaian yang lebih lembut, dan reaksi rebound/compression yang berbeda agar bisa meredam bebatuan dan kondisi permukaan yang berubah-ubah.
Karena itu, jika lo menggunakan satu set-up suspensi yang sama untuk aspal dan tanah berarti di aspal bisa terasa kurang presisi dan di tanah bisa terasa keras.
Pengaturan Rebound dan Compression yang Tepat
Compression Damping
Menurut Superplushsuspension, compression atau redaman kompresi mengatur seberapa cepat suspensi bereaksi saat menerima beban (misalnya setelah lompatan atau melalui permukaan kasar). Compression yang terlalu lunak bisa membuat motor terasa “melayang” di permukaan halus, sementara terlalu banyak compression (terlalu keras) akan mengorbankan sedikit cengkeraman.
Untuk aspal, idealnya compression dibuat lebih keras agar motor tidak menukik saat pengereman keras atau menikung cepat di aspal. Untuk tanah, compression dibuat sedikit lebih lunak supaya suspensi bisa menyerap gundukan, bebatuan dan perubahan permukaan.
Rebound Damping
Rebound mengatur seberapa cepat suspensi kembali ke kondisi extended setelah kompresi. Pada permukaan aspal, setting rebound yang lebih lambat membantu menjaga roda menempel. Panduan dari Bayarearidersforum menyebut bahwa rebound needs to be way slower than dirt settings, ketika menggunakan set-up trek supermoto. Untuk kondisi tanah, rebound bisa dibuat sedikit lebih cepat sehingga suspensi bisa pulih lebih cepat setelah melwati gundukan, sehingga ban lebih siap menghadapi permukaan selanjutnya.
Insight Praktis bagi Rider Supermoto
Dalam balap supermoto, perbedaan medan dari aspal mulus ke lintasan off-road membuat pengaturan suspensi menjadi elemen yang sangat penting. Dengan menyesuaikan compression dan rebound sesuai karakter permukaan, lo bisa mendapatkan traksi optimal dan kontrol yang lebih baik sehingga kepercayaan diri akan meningkat. Meskipun terlihat sederhana, sedikit pengaturan teknis akan berdampak besar bagi performa dan keselamatan lo di trek.
Dalam dunia balap supermoto, keunggulan sering diperoleh bukan hanya dari kecepatan lo di lintasan,... read more
#76Rider Supermoto Squad
Di dunia balap, detail kecil sering menjadi pembeda antara kemenangan dan kekalahan. Salah satu... read more
#76Rider Supermoto Squad
Bagi para penggemar dan rider Supermoto, tentu sudah sangat akrab dengan St. Wendel. Terletak... read more
#76Rider Supermoto Squad